Melanjutkan tip optimalisasi Windows sebelumnya, saya menjanjikan bahwa pada tip ini saya akan membahas tentang defragmentasi dan defragmenter.
WinPowerTip kali ini akan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah defragmentasi itu? Apakah saya perlu melakukan defragmentasi kalau filesystem saya menggunakan NTFS? Apa program defragmentasi yang baik? Bagaimana cara defragmentasi yang baik?
Dan tentunya, pertanyaan emas kita: Apakah hard disk saya akan cepat rusak kalau saya sering melakukan defragmentasi?
Temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dengan membaca kelanjutan artikel ini. ![]()
Follow up:
Apakah defragmentasi itu?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu kita harus mengerti apa itu fragmentasi: Fragmentasi adalah situasi dimana file-file tersimpan dalam hard disk secara terpecah-pecah.
Kurang jelas? Baiklah kita melihat ilustrasi berikut:
![]()
(gambar diambil dari Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/File_system_fragmentation)
Keadaan (1) menunjukkan hard disk yang baru diformat, dan mulai ditulisi file. Kita lihat, semua file tersusun secara rapi, menyisakan ruang kosong di belakang deretan file.
Keadaan (2) terjadi setelah file "B" dihapus. Muncul ruang kosong antara file "A" dan file "C".
Keadaan (3) adalah pada saat sebuah file baru "F" dibuat. Windows akan mencari ruang kosong pertama yang muat untuk file ini, dan disisipkannya file "F" di antara "A" dan "C". Perhatikan bahwa file "F" tidak sepenuhnya mengisi celah antara "A" dan "C".
Keadaan (4) adalah saat file baru lagi "G" dibuat. Windows akan mencari ruang kosong pertama yang muat... dan ternyata ruang kosong antara "F" dan "C" muat tepat! Maka disisipkanlah "G" di antara "F" dan "C".
Keadaan (5) terjadi saat pengguna meng-edit file "F", dan menambah isinya. Karena tidak ada lagi ruang kosong setelah file "F", maka Windows mencari ruang kosong berikutnya... dan ternyata terletak di ujung hard disk, di belakang semua file-file lainnya. Maka 'lanjutan' (dalam istilah Windows, extent) file "F" terpaksa diletakkan jauuuuuuh dari awal file "F".
Maka terfragmentasilah file "F".
Jangan lupa, bahwa proses fragmentasi yang sama dapat saja menimpa file "A", "G", "C", "D", dan "E" (karena ruang kosong tepat setelah "E" saat ini sudah terisi extent ke-2 dari file "F").
Apa efek buruk fragmentasi?
Akibat dari file yang terpecah-pecah menjadi 2 (atau lebih) extents, maka proses baca/tulis ke file yang terpecah tersebut kan menjadi lambat, jauh lebih lambat dibanding proses baca/tulis ke file yang tidak terpecah. Hal ini disebabkan karena Windows dalam usahanya membaca/menulis ke file tersebut, terpaksa memindahkan head hard disk setiap kali habis membaca suatu extent dan harus mulai membaca extent berikutnya.
Tetapi efek buruk fragmentasi tidak hanya pada kelambatan baca/tulis.
Akibat dari head yang harus selalu terus-menerus meloncat kesana kemari, ada kemungkinan nyata bahwa umur pakai hard disk Anda bisa berkurang! Atau dalam bahasa biasa: hard disk Anda makin cepat rusak.
Diskeeper Corporation menyediakan beberapa white paper yang cukup baik mengenai efek fragmentasi (meskipun agak bias):
- http://files.diskeeper.com/pdf/ImpactofDiskFragmentation.pdf
- http://files.diskeeper.com/pdf/Effects_of_Fragmentation_on_Reliability.doc
- http://www.diskeeper.com/whats-new/whitepaper.asp
Jadi, apakah defragmentasi itu?
Defragmentasi adalah usaha untuk mengatur kembali layout dari file-file di hard disk agar tidak lagi ada fragmentasi; atau jika hal itu tidak mungkin, agar jumlah fragmentasi sesedikit mungkin dalam hard disk.
Jadi dalam kasus di atas, defragmentasi dapat dilakukan dengan memindahkan "G" ke belakang, dan menyatukan extent ke-2 dari "F" ke depan. Atau extent pertama dan extent ke-2 dari "F" disatukan di belakang. Atau "C" dipindah ke belakang, "G" digeser mundur sedikit, lalu extent ke-2 dari "F" ditempelkan pada extent pertama. Atau . . . ![]()
Seperti Anda lihat, ada banyak cara/strategi defragmentasi dapat dilakukan. Ada yang merepotkan, ada yang sederhana. Di sinilah letaknya perbedaan antara program-program Disk Defragmenter.
Nah, saya mendengar beberapa di antara Anda bertanya: Bukankah NTFS pada Windows NT Family dirancang untuk meniadakan fragmentasi? Silakan lihat halaman berikutnya untuk jawabannya . . .
English
Reply to comment 49 by Indra Warza
top banget neh bro handsome
gw bisa defrag pake program built in XD XD
ntar deh gw cari di CCPB :D :D
Reply to comment 51 by GaLe
tapi kog ada PD91Agent.exe, katany sih buat ngedefrag dari jaringan. secara gw ga make, mo gw mattin dari autorun, bole ga ?
thnks
Reply to comment 84 by reed
Reply to comment 85 by