| Nyamm Report : Dixie @ CiToS » |
Nyamm Report : Kin no Taki @ PIM 1
Hari Selasa kemarin saya pergi ke Kin no Taki dengan tunangan saya. Itu adalah pengalaman baru bagi saya, makan di restoran dengan nuansa Jepang yang begitu kental nya.
Tapi, saya bukan seorang disainer interior maupun arsitek. Jadi cukuplah kalau saya katakan bahwa lagu Jepang modern yang menggelegar (dinyanyikan oleh penyanyi yang cute, tentunya) adalah . . . kurang terasa Jepangnya, sementara keharusan melepas alas kaki sebelum masuk [ke smoking section] adalah . . . benar-benar sebagian dari kebiasaan Jepang.
Nah, mari kita berlanjut ke makanannya. Dan kesimpulan akhirnya.
Follow up:
Karena hari Selasa itu adalah pertama kalinya kami ke sana -- ditambah kenyataan bahwa hari Selasa itu adalah hari ulang tahun tunangan saya -- kamu berfoya-foya. Kami memesan 3 porsi dari menu. Satu porsi terdiri dari potongan daging sapi (sepertinya), porsi kedua berisi potongan daging paha ayam (tanpa tulang, tentunya), dan porsi terakhir adalah kombinasi sapi dan domba. Jangan tanya saya namanya apa, yang pasti sangat berbau Jepang, dan meskipun saya *suka* sekali-sekali menonton anime dan membaca manga, hampir tidak mungkin bagi saya untuk menghafal nama makanan tersebut 
Oh, juga 2 mangkuk nasi Jepang dengan sedikit iris-irisan rumput laut ditaburkan di atasnya.
Seperti biasanya dalam restoran semacam, semua pesanan diantar ke meja dalam bentuk mentah, dan kita harus memasak sendiri di alat panggang arang-dan-gas yang terpasang dalam meja. Kendali untuk kompor gas dan peniup angin (untuk arang) terletak di sisi meja, dan cukup mudah digunakan. Dua piring pertama dengan mudah ditangani (terlepas dari kenyataan bahwa memanggang ayam butuh waktu yang rasanya selamanya sebelum jadi well done). Piring ketiga baru sebuah pengalaman yang tecampur: Irisan sapi nya mudah ditangani (meskipun agak kecil -- saya kuatir irisan tersebut akan menyelip melalui grating panggangan). Tapi irisan daging domba nya adalah hal yang sama sekali berbeda. Teriris begitu tipisnya, sampai-sampai saya tergoda untuk membandingkannya dengan sapu tangan saya. Saya terpaksa menangani daging domba ini dengan ekstra hati-hati, karena takut potongan daging tersebut akan robek dan rontok berkeping-keping. ![]()
Untunglah hal yang ditakutkan tidak terjadi, dan berkat ketipisan irisan daging domba tersebut, dalam waktu singkat daging domba tersebut menjadi well done. Nyaris instan, kalau dibandingkan dengan waktu memasak onggokan daging ayam.
Oke, oke, saya dengar Anda berseru-seru, "Rasanya! Bagimana dengan rasanya!!"
Well, bersukacitalah, saudara-saudara! Setelah latihan tangan yang melelahkan dengan penjepit daging dan gerakan membolak-balik daging terus menerus, saya harus akui bahwa rasa daging yang telah terpanggang itu adalah imbalan yang sangat baik untuk semua jerih lelah saya. Ya! Sangat lezat!
Dan saya & tunangan saya cukup kenyang setelahnya.
Total jendral, untuk 3 piring daging, 2 mangkuk nasi, 1 gelas Lemon Squash, 1 gelas juice, dan 1 gelas oolong chai dengan es (tapi tanpa gula), kami total menghabiskan Rp. 198'000. Tidak murah, malah boleh dikatakan agak mahal, tapi keseluruhannya adalah pengalaman yang menyenangkan.
Kesimpulan: Pergilah ke Kin no Taki sesekali untuk acara-acara khusus, dan Anda tidak akan menyesal. Tetapi jangan pergi ke sana secara teratur kecuali Anda tidak peduli dengan 'kesehatan' dompet Anda. ![]()
English Version